Jabang

Jabang

by Zacky Muhammad

  0 Likes

full version available

Menyadari segala keputusannya malam ini bisa saja salah, akhirnya ia memutuskan untuk terus berjalan, dan terus berharap bisa mendapat taksi untuk mengantarkannya ke rumah sakit. Hanya dompet kain berisi beberapa lembar puluhan ribu saja yang terus ia genggam, berjaga untuk membayar taksi atau rumah sakit nanti, kalau ia bisa selamat sampai ke sana. Kaki jenjangnya bergetar menahan berat badan dan rasa sakit sekujur tubuh. Baginya sudah tiada beda, entah bumi yang ia pijak atau kakinya sendiri yang bergetar terlalu kencang. Yang jelas semakin banyak ia langkahkan kaki, semakin sering ia harus menghentikannya untuk istirahat. Malam ini tiada lagi hal dari dirinya yang bisa menjadi kebanggaan seperti sebelumnya. Ia tak lebih dari seorang gadis muda yang berjalan terhuyung di waktu larut. Seluruh bagian dari dirinya yang sering menjadi bahan penyegaran pandang atau perbincangan kotor sekumpulan pria beristri ataupun para lajang, malam ini justru seperti menambah beban deritanya. Kecuali tekadnya yang masih terus menggali asa untuk bertahan hidup, semua ia rasakan menghalangi niatnya untuk berjalan lebih cepat.

http://graph.facebook.com/10210568977120811/picture?type=large

other part